DPRD Jabar Harapkan Pencegahan LGBT Harus Dimulai dari Pendidikan dan Pembinaan Karakter

DPRD Jabar Harapkan Pencegahan LGBT Harus Dimulai dari Pendidikan dan Pembinaan Karakter

Klikduakali.id – Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana, menilai upaya pencegahan perilaku LGBT tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga harus diperkuat melalui pendidikan karakter dan pembinaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Menurut Encep, keluarga, sekolah, tokoh agama, hingga pemerintah memiliki tanggung jawab bersama dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai nilai-nilai moral, agama, budaya, dan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Anak-anak perlu diberikan bekal pemahaman sejak dini agar memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat,” kata Encep.

Ia mengatakan guru, tenaga pendidik, ustadz, dan majelis taklim memiliki peran strategis dalam membangun karakter peserta didik melalui pendidikan dan penyuluhan yang dilakukan secara berkesinambungan.

Selain langkah preventif, Encep juga menilai pendekatan pembinaan perlu diberikan kepada individu yang telah terlibat dalam perilaku LGBT. Menurutnya, pendampingan menjadi bagian penting agar mereka dapat memperoleh bimbingan secara berkelanjutan.

“Perlu ada pembinaan dan pendampingan sehingga mereka dapat menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya,” ujarnya.

Di sisi lain, Encep mendukung adanya penguatan regulasi di daerah sebagai pelengkap kebijakan pemerintah pusat. Ia mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat menyusun peraturan daerah yang dapat menjadi landasan dalam menjalankan program pencegahan.

Menurutnya, keberadaan peraturan daerah yang diperkuat dengan peraturan gubernur maupun peraturan kepala daerah akan memberikan kepastian dalam pelaksanaan kebijakan di lapangan.

Encep juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk pernyataan Wakil Gubernur Erwan Setiawan mengenai penegakan disiplin bagi aparatur sipil negara yang melanggar ketentuan. Ia berharap langkah tersebut dapat diikuti dengan penguatan edukasi dan kolaborasi seluruh unsur masyarakat demi menjaga karakter generasi penerus bangsa. (Redaksi : klikduakali-IN)

Baca Juga :  Modus menjadi "penolong", Motor korban kecelakaan di Jalan Jogja-Solo raib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 3 =