klikduakali.id – Rasa nyeri saat menelan sering kali dianggap sebagai keluhan ringan yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda radang tenggorokan atau sore throat, yaitu peradangan pada bagian belakang tenggorokan yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun pada beberapa kasus juga dapat dipicu oleh infeksi bakteri maupun faktor noninfeksi. Menurut berbagai lembaga kesehatan, termasuk WHO, CDC, dan Mayo Clinic, sebagian besar kasus radang tenggorokan disebabkan oleh virus sehingga tidak memerlukan antibiotik. Oleh karena itu, mengenali penyebab dan gejalanya menjadi langkah penting agar penanganan yang dilakukan tidak keliru.
Radang tenggorokan dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap orang, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Meski demikian, ada beberapa tanda yang paling sering dirasakan, yaitu:
1. Nyeri atau rasa perih saat menelan.
2. Tenggorokan terasa kering, gatal, atau panas.
3. Suara menjadi serak.
4. Amandel tampak kemerahan atau membengkak.
5. Demam, sakit kepala, atau pegal-pegal apabila disebabkan oleh infeksi.
6. Batuk, pilek, dan hidung tersumbat yang umumnya menyertai infeksi virus.
7. Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher.
Selain infeksi virus dan bakteri, radang tenggorokan juga dapat dipicu oleh berbagai faktor lain, seperti paparan asap rokok, polusi udara, udara yang terlalu kering, alergi, hingga naiknya asam lambung (gastroesophageal reflux disease atau GERD). Kebiasaan menggunakan suara secara berlebihan, misalnya berteriak atau berbicara dalam waktu lama tanpa jeda, juga dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Karena penyebabnya beragam, pengobatan radang tenggorokan tidak selalu sama untuk setiap orang.
Untuk membantu meredakan gejala, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah, antara lain memperbanyak konsumsi air putih agar tenggorokan tetap lembap, berkumur menggunakan air garam hangat, mengonsumsi makanan bertekstur lembut dan hangat, serta beristirahat yang cukup agar daya tahan tubuh pulih. Jika diperlukan, obat pereda nyeri atau penurun demam yang dijual bebas dapat digunakan sesuai aturan pakai. Namun, antibiotik hanya boleh dikonsumsi berdasarkan resep dokter setelah dipastikan bahwa penyebab radang tenggorokan adalah infeksi bakteri, bukan virus.
Meskipun sebagian besar kasus dapat membaik dalam waktu tiga hingga tujuh hari, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami demam tinggi, kesulitan bernapas atau menelan, nyeri tenggorokan yang semakin berat, muncul bercak putih pada amandel, atau keluhan tidak kunjung membaik setelah beberapa hari. Penanganan yang tepat tidak hanya membantu mempercepat proses penyembuhan, tetapi juga mencegah terjadinya komplikasi. Menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan, serta menghindari paparan asap rokok merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan tenggorokan sekaligus mengurangi risiko terkena radang tenggorokan. (Redaksi : klikduakali – SA)




