klikduakali.id – Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Sarasehan Kebangsaan dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC). Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 2.600 peserta yang terdiri dari rektor, dosen, peneliti, akademisi, serta mitra industri dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, negara yang ingin bangkit dan maju harus mampu mengoptimalkan potensi perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya inovasi dan solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional.
Prabowo juga menyoroti sejumlah persoalan strategis yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah Indonesia, mulai dari belum terwujudnya industri otomotif nasional yang mandiri, ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas, hingga perlunya penguatan riset yang berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat dan industri.
Selain menekankan pentingnya sains dan teknologi, Prabowo turut menyinggung agenda restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Reformasi tersebut dinilai penting untuk memangkas berbagai biaya yang tidak efisien, meningkatkan transparansi, serta memastikan BUMN mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan bahwa forum KSTI 2026 menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, ilmuwan, dan pelaku industri dalam merumuskan kontribusi nyata dunia akademik terhadap agenda prioritas nasional. Berbagai pembahasan selama tiga hari pelaksanaan akan difokuskan pada sektor pertanian, energi, ketahanan pangan, ekonomi, kelautan, hingga hilirisasi industri.
Pemerintah berharap sinergi antara kampus, dunia usaha, dan negara dapat melahirkan berbagai rekomendasi berbasis riset yang mampu mempercepat industrialisasi, memperkuat kemandirian ekonomi, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. (Redaksi : klikduakali – CA)




