KDM Ajak Dunia Usaha Perkuat Akses ke Patimban, Dorong Pelabuhan Jadi Gerbang Ekspor Jawa Barat

KDM Ajak Dunia Usaha Perkuat Akses ke Patimban, Dorong Pelabuhan Jadi Gerbang Ekspor Jawa Barat

klikduakali.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengajak kalangan pengusaha untuk berkolaborasi mempercepat pembangunan infrastruktur menuju Pelabuhan Patimban. Menurutnya, konektivitas yang baik akan memperkuat posisi pelabuhan tersebut sebagai pusat ekspor utama bagi industri di Jawa Barat.

Pernyataan itu disampaikan Dedi usai menghadiri pengukuhan pengurus DPP APINDO Jawa Barat di Bandung, Jumat (26/6/2026). Ia menilai pembangunan akses menuju Patimban harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah dan dunia usaha.

Menurut Dedi, selama ini banyak produk industri Jawa Barat yang diekspor melalui pelabuhan di luar provinsi. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas ekspor tidak tercatat sebagai kontribusi Jawa Barat, meskipun proses produksinya dilakukan di wilayah tersebut.

Karena itu, ia berharap pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan kawasan industri dengan Pelabuhan Patimban menjadi prioritas agar distribusi logistik semakin efisien dan daya saing industri meningkat.

Selain membahas infrastruktur, Dedi juga menyoroti kontribusi perusahaan terhadap pendapatan daerah. Ia meminta para pelaku usaha yang beroperasi di Jawa Barat menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang terdaftar di Jawa Barat agar penerimaan pajak dapat kembali mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, sudah sepatutnya daerah yang menjadi lokasi aktivitas industri memperoleh manfaat dari keberadaan perusahaan, mulai dari penerimaan pajak hingga dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dedi juga menegaskan pentingnya pemerataan manfaat pembangunan hingga ke desa-desa di sekitar kawasan industri. Ia berharap pertumbuhan investasi tidak hanya meningkatkan produktivitas perusahaan, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam mendukung iklim investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menyiapkan penguatan infrastruktur dasar, termasuk penyediaan air bersih bagi kawasan industri. Pasokan air direncanakan memanfaatkan sumber air permukaan seperti Sungai Citarum dan Waduk Jatigede sehingga penggunaan air tanah dapat dikurangi.

Baca Juga :  Nisfu Syaban, Ponpes Riyadhus Solihin Bantu Yatim dan Korban Banjir

Di sisi lain, pengembangan teknologi informasi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih modern, efisien, dan kompetitif.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Dedi menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan pertumbuhan industri. Melalui program link and match antara sekolah dan dunia usaha, pemerintah berupaya menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.

Salah satu skema yang tengah dikaji adalah memperpanjang masa praktik kerja industri bagi siswa kelas akhir. Dengan pengalaman kerja yang lebih panjang, lulusan diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk langsung direkrut setelah menyelesaikan pendidikan. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − eight =