klikduakali.id – Sebuah rumah milik seorang petani bernama Sartiman (70) di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, dilanda kebakaran pada Selasa (23/6/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi beberapa saat sebelum azan magrib berkumandang dan mengakibatkan kerusakan cukup parah pada bangunan rumah beserta sejumlah barang berharga milik korban.
Berdasarkan hasil asesmen lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh sisa bara api dari tungku kayu bakar yang sebelumnya digunakan untuk memasak nasi. Bara api yang belum padam sepenuhnya diduga kembali menyala dan memicu kobaran api yang dengan cepat merambat ke berbagai bagian rumah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, menjelaskan bahwa sumber api diduga berasal dari area dapur rumah korban.
“Dalam kejadian ini, api diduga berasal dari sisa bara di tungku yang baru digunakan untuk memasak nasi belum padam sepenuhnya,” kata Jajat Wibisono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/6/2026) malam.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh para tetangga korban yang melihat munculnya kobaran api dari dalam rumah. Warga kemudian segera menghubungi petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu. Sebelum petugas tiba di lokasi, masyarakat sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya agar api tidak semakin meluas.
Setibanya di lokasi, petugas pemadam kebakaran langsung berjibaku memadamkan api yang telah melalap hampir seluruh bagian rumah. Sejumlah perabotan rumah tangga, perlengkapan tidur, serta alat-alat pertanian milik korban turut hangus terbakar.
“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran ini, tetapi beberapa bagian rumah mengalami kerusakan cukup serius akibat dilalap api,” ujar Jajat Wibisono.
Selain merusak bangunan rumah, kebakaran juga menghanguskan sekitar 40 kilogram gabah kering, tangki penyemprot tanaman padi, konstruksi atap, jendela, serta berbagai peralatan rumah tangga lainnya. Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 juta.
Besarnya kerugian tersebut disebabkan oleh banyaknya barang yang tidak dapat diselamatkan, mulai dari kasur, lemari, kursi, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya yang ludes terbakar.
Menyikapi kejadian ini, petugas mengimbau masyarakat, khususnya yang masih menggunakan tungku kayu bakar untuk aktivitas memasak, agar lebih berhati-hati dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan dapur.
“Kami juga mengingatkan masyarakat Indramayu yang masih menggunakan tungku kayu bakar untuk memastikan api benar-benar padam, dan disiram air setelah memasak demi mengantisipasi kejadian serupa,” kata Jajat Wibisono.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah tangga. Langkah sederhana seperti memeriksa kembali tungku atau sumber api setelah digunakan dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian besar. (Redaksi : klikduakali – SA)




