Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram: Amalan Sunnah yang Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram: Amalan Sunnah yang Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

klikduakali.id – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan melaksanakan Puasa Asyura yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang sangat besar karena menjadi salah satu amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt., puasa Asyura juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal kebaikan di awal tahun Hijriah.

Keutamaan puasa Asyura dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim. Rasulullah saw. bersabda, “Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.” (HR. Muslim No. 1162). Hadis ini menunjukkan betapa besarnya pahala yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang menjalankan puasa Asyura dengan penuh keikhlasan. Namun, para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.

Anjuran melaksanakan puasa Asyura juga berkaitan dengan sejarah Nabi Musa a.s. Rasulullah saw. pernah mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa a.s. dan kaumnya dari kejaran Firaun. Melihat hal tersebut, Rasulullah saw. bersabda, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.” Kemudian beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk ikut berpuasa. (HR. Bukhari No. 2004 dan Muslim No. 1130).

Selain puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, umat Islam juga dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram atau yang dikenal sebagai Puasa Tasu’a. Hal ini bertujuan untuk membedakan ibadah umat Islam dengan kebiasaan kaum Yahudi. Rasulullah saw. bersabda, “Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim No. 1134). Oleh karena itu, para ulama menganjurkan untuk melaksanakan puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram secara bersamaan agar memperoleh keutamaan yang lebih sempurna.

Baca Juga :  Banyak yang Salah, Ini Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Tahan Lama di Freezer

Keutamaan bulan Muharram juga disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah Swt. berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 yang artinya, “Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36). Oleh karena itu, puasa Asyura menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat hubungan dengan Allah Swt., serta menjadikan awal tahun Hijriah sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. (Redaksi : klikduakali – SA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + eleven =