Panen Perdana Kampung Ikan Damandiri, Hasilkan 350 Kg Per Kolam

Panen Perdana Kampung Ikan Damandiri, Hasilkan 350 Kg Per Kolam

Klikduakali.id – Geliat ekonomi baru mulai terpancar dari lereng pegunungan Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang. Di tengah hamparan alam yang asri, deretan 85 kolam biru berdiri tegak sebagai simbol harapan baru bagi masyarakat setempat. Kawasan yang dikenal sebagai Kampung Ikan Damandiri ini baru saja merayakan tonggak sejarah penting: panen perdana ikan nila hasil budidaya sistem bioflok.

Acara panen raya yang berlangsung khidmat pada Rabu (6/5/2026) tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Yayasan Damandiri Letjen (Purn) Sugiono, Fuad Bawazier, serta Eno Sigit yang merupakan cucu dari mantan Presiden Soeharto. Kehadiran para tokoh ini menegaskan pentingnya proyek pemberdayaan berbasis perikanan modern ini dalam peta pembangunan ekonomi pedesaan.

Ketua Yayasan Damandiri, Letjen (Purn) Sugiono, dalam keterangannya kepada awak media menyatakan optimisme besarnya terhadap potensi wilayah ini. Ia menyebut bahwa Subang merupakan daerah yang memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang melimpah.

“Subang itu merupakan daerah yang memiliki banyak ikan, dan sistem bioflok ini lebih menarik karena bisa menghemat ruang,” ujar Sugiono. Lebih lanjut, ia menyoroti keterkaitan proyek ini dengan kebutuhan pasar nasional yang sedang berkembang pesat.

“Kebutuhan pasar terus meningkat, terlebih karena adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maka keberadaan Damandiri diharapkan bisa memenuhi pasar tersebut dan menjadi peluang bagi masyarakat untuk membuka budidaya ikan nila dengan sistem bioflok ini,” tambahnya.

Dalam panen perdana ini, sebanyak 24 kolam bioflok telah siap dikuras. Setiap kolam berdiameter lima meter mampu menghasilkan sekitar 350 kilogram ikan nila berkualitas tinggi. Dian Kustiadi, selaku pengelola, menjelaskan bahwa teknologi bioflok memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah menjadi nutrisi alami, sehingga pakan lebih hemat dan ikan tidak berbau tanah. Ikan nila yang dipanen rata-rata memiliki bobot 300 hingga 500 gram per ekor.

Baca Juga :  Senne Lammens Tak Terpaku Tekanan di Manchester United, Justru Tunjukkan Kepastian di Bawah Mistar

Kampung Ikan seluas 2,3 hektare ini dirancang sebagai pusat perikanan terpadu dari hulu hingga hilir. Selain pembesaran, tersedia fasilitas training center, produksi pakan mandiri, hingga area pengolahan hasil panen. Warga kini mulai mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah seperti ikan nila asap, abon, hingga nila bumbu kuning.

Eno Sigit menambahkan bahwa kawasan ini perlahan tumbuh menjadi simbol pemberdayaan desa berbasis teknologi dan semangat gotong royong. Ke depan, selain sebagai pusat ekonomi, Kampung Ikan Damandiri juga dipersiapkan menjadi destinasi edu-wisata bagi masyarakat yang ingin mempelajari sistem budidaya ikan modern dan aquaponik di tengah panorama pegunungan yang sejuk. (Redaksi : klikduakali– AZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 5 =