Drone Pertanian Mulai Digunakan Petani Pantura Subang, Teknologi Modern jadi Solusi Mekanisasi Sawah

klikduakali.id – Mekanisasi pertanian mulai semakin berkembang di Kabupaten Subang. Di wilayah Pantura, penggunaan drone pertanian menjadi salah satu teknologi modern yang mulai dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan petani, khususnya dalam proses penyemprotan dan pemupukan di area persawahan.
Penerapan teknologi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Temu Tani yang digelar Tridjaya Tani di Desa Gardumukti, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu wadah bagi petani untuk melihat secara langsung penerapan alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan demonstrasi penggunaan drone pertanian DJI Agras T-25P produksi DJI Agriculture. Teknologi ini diperkenalkan sebagai salah satu alternatif untuk menjawab persoalan yang sebelumnya kerap dihadapi petani saat menggunakan drone pertanian, salah satunya tanaman padi yang rebah akibat hempasan angin ketika proses penyemprotan berlangsung.
DJI Agras T-25P dibekali sejumlah fitur yang mendukung penerapan pertanian presisi, termasuk teknologi smart farm dan sistem sprayer yang dapat diatur secara presisi. Dengan pemilihan tipe atau model yang sesuai, hempasan angin yang dihasilkan drone saat beroperasi diklaim tidak merusak batang tanaman padi.
Teknologi drone pertanian tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi penyemprotan pestisida. DJI Agriculture menyediakan sejumlah pilihan drone dengan kapasitas yang bervariasi, mulai dari 25 kilogram hingga 100 kilogram. Penggunaannya dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan pertanian, seperti pemupukan hingga pengangkutan material di area persawahan.

Penerapan drone menjadi bagian dari perkembangan mekanisasi pertanian yang dinilai semakin dibutuhkan di tengah tantangan ketersediaan tenaga kerja di sektor pertanian. Kondisi tersebut juga dirasakan oleh petani di wilayah Subang, termasuk Kepala Desa Sukareja, Dedet, yang turut mengikuti perkembangan penggunaan teknologi pertanian.
Dedet yang juga merupakan petani setempat mengatakan, keterbatasan tenaga kerja menjadi salah satu alasan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pertanian.
“Saat ini kita kesulitan mencari orang yang mau kerja di sawah, anak-anak muda sudah tak mau lagi ke sawah,” ujar Dedet.
Menurutnya, perubahan kondisi tenaga kerja di sektor pertanian membuat mekanisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang perlu dipersiapkan untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu petani mengatasi keterbatasan tenaga kerja sekaligus membuat proses budidaya menjadi lebih efisien.
Kehadiran penyedia alsintan dengan teknologi modern juga dinilai memberikan alternatif bagi petani yang ingin mulai beralih dari metode pertanian konvensional. Salah satunya melalui Tridjaya Tani yang menyediakan berbagai perangkat pertanian modern untuk mendukung kebutuhan petani di lapangan.
Owner Tridjaya Group, dr. Setiawan Widjaya, mengatakan Tridjaya Tani telah ditunjuk sebagai satu-satunya main dealer DJI Agriculture untuk wilayah Jawa Barat. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap teknologi drone pertanian bagi para pelaku sektor pertanian di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Subang.
Untuk membantu petani memperoleh alsintan modern, Tridjaya Tani menawarkan beberapa pilihan skema pembelian. Petani dapat memperoleh perangkat tersebut melalui pembelian tunai maupun kredit. Selain itu, tersedia pula skema kredit Yarnen atau Bayar Panen yang dirancang untuk memberikan kemudahan pembiayaan sesuai dengan siklus usaha petani.

Dengan pilihan pembiayaan tersebut, teknologi drone pertanian diharapkan tidak hanya dapat digunakan oleh pelaku usaha pertanian dengan modal besar, tetapi juga semakin mudah diakses oleh petani yang membutuhkan dukungan mekanisasi dalam kegiatan di sawah.
Penggunaan drone untuk penyemprotan dan pemupukan juga berpotensi membantu mempercepat pekerjaan di lahan pertanian. Teknologi tersebut memungkinkan proses aplikasi bahan pertanian dilakukan dari udara sehingga petani tidak harus melakukan seluruh pekerjaan secara manual di area persawahan.
Bagi Subang yang memiliki kawasan pertanian cukup luas, perkembangan mekanisasi menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan sektor pertanian. Pemanfaatan teknologi seperti drone diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjadi salah satu cara untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah semakin terbatasnya tenaga kerja di lapangan.
Respons positif dari petani terhadap pengenalan teknologi ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap alsintan modern semakin terbuka. Ke depan, pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan dapat terus berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan petani serta karakteristik lahan di Kabupaten Subang. (Redaksi : klikduakali.id – SA)
Komentar (0)
Rekomendasi Untuk Anda
8 Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri di Selat Sunda
- Kamis, 1 Oktober 2026
Klikduakali.id – Delapan aki penyokong daya Stasiun LV93 di kawasan Selat Sunda dilaporkan hilang akibat pencurian. Peralatan tersebut digunakan untuk mendukung pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau, sementara PVMBG memperkirakan pencurian terjadi pada 16–27 September 2026. Tim teknis PVMBG baru mengetahui delapan aki hilang saat melakukan pemeriksaan dan perbaikan rutin di Stasiun LV93 pada Minggu, 27 […]
BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan Konsumsi untuk Petugas Karhutla Gunung Ciremai
- Senin, 26 Oktober 2026
klikduakali.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan konsumsi bagi petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai. Bantuan ini menjadi bentuk dukungan bagi personel yang berjibaku melakukan pemadaman dan mitigasi kebakaran di lapangan. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, di […]
Bandara Husein Bandung Kembali Beroperasi, Penumpang di Jabar Melonjak 2.558 Persen
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Aktivitas penerbangan domestik di Jawa Barat kembali menggeliat setelah Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, kembali direaktivasi pada Agustus lalu. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Agustus 2026 mencapai 11.085 orang. “Jumlah tersebut melonjak 2.558,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan […]
10 Bangunan di Lapas Cibinong Dibongkar, Komisi XIII Soroti Barang Bukti
- Kamis, 1 Oktober 2026
klikduakali.id – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imipas) membongkar 10 unit bangunan yang berada di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026). Pembongkaran dilakukan menggunakan alat berat berupa ekskavator dan disaksikan langsung rombongan Komisi XIII DPR RI. Kesepuluh bangunan tersebut sebelumnya menjadi bagian dari temuan Ombudsman RI dalam inspeksi […]
BNPB Gelar Modifikasi Cuaca untuk Bantu Padamkan Karhutla Gunung Ciremai
- Selasa, 27 Oktober 2026
klikduakali.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan potensi hujan guna membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai. Operasi tersebut dilaksanakan pada Minggu (25/10/2026) dengan menggunakan pesawat khusus yang diberangkatkan dari Bandar Udara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka. Operasi yang bekerja sama dengan Alkonost Aviasi Indonesia […]
Pencurian Kabel Bikin Lampu Merah Bandung Padam, Perbaikan Bisa Makan Waktu Dua Pekan
- Sabtu, 3 Oktober 2026
klikduakali.id – Aksi pencurian kabel traffic light atau lampu lalu lintas di Kota Bandung berdampak pada terganggunya fasilitas pengaturan arus kendaraan di sejumlah persimpangan. Kerusakan akibat pencurian tersebut bahkan membutuhkan waktu hingga dua pekan untuk diperbaiki. Polrestabes Bandung menangkap seorang pria berinisial GG alias Gugun (34) yang diduga mencuri kabel lampu lalu lintas di Jalan […]
Prakiraan Cuaca 26 Oktober 2026, Jawa Barat dan Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Sangat Lebat
- Senin, 26 Oktober 2026
klikduakali.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (26/10/2026). Meski musim kemarau masih mendominasi sebagian besar wilayah, potensi cuaca ekstrem tetap perlu diantisipasi. Dalam prakiraan cuacanya, BMKG menyebut Jawa Barat dan Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat […]
Indonesia dan Singapura Bentuk Satgas Bersama untuk Usut Perusahaan Terkait Karhutla
- Rabu, 28 Oktober 2026
klikduakali.id – Indonesia dan Singapura sepakat membentuk satuan tugas (satgas) bersama untuk menelusuri perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) penyebab kabut asap lintas batas. Kerja sama ini akan diperkuat melalui pertukaran intelijen keuangan, pengumpulan bukti lintas negara, hingga penelusuran aset yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral […]

×
×


Saat ini belum ada komentar