klikduakali.id – Komitmen transparansi anggaran kembali ditunjukkan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang melalui penginputan RUP 2026 ke aplikasi SiRUP. Kegiatan tersebut berlangsung dalam agenda Input Serentak RUP dan Sosialisasi PBJ di Aula Oman Syahroni, Kamis (12/02/2026).
Komitmen tersebut diperkuat dengan kehadiran Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi yang hadir bersama Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, didampingi jajaran KPA dan PPK dari seluruh perangkat daerah.
Ir. Bambang Supalar, ST., M.Si., selaku Plt. Kepala Bagian UKPBJ menyampaikan bahwa hingga 11 Februari pukul 20.00 WIB seluruh data SiRUP Pemkab Subang telah terinput penuh. Total nilai pengadaan tercatat menembus Rp650 miliar.
“Prestasi ini menempatkan Kabupaten Subang di urutan ke-4 tingkat Jawa Barat dalam Indeks Tata Kelola Pengadaan,” tegas Bambang.
Ia menjelaskan transparansi lewat SiRUP dilakukan supaya masyarakat dapat mengikuti jalannya pembangunan sekaligus memastikan proses pengadaan berjalan akuntabel.
Kang Rey mengapresiasi kerja sigap perangkat daerah. Ia menilai ketuntasan input RUP sejak awal tahun sebagai wujud nyata semangat “Ngabret”.
“Biasanya selesai Maret atau April. Sekarang sudah 100 persen. Artinya, ini bukti kerja nyata, bukan hanya slogan,” kata Kang Rey.
Dalam arahannya, ia menekankan integritas pelaksanaan lelang. Seluruh KPA dan PPK diminta bekerja profesional tanpa terpengaruh tekanan pihak luar, bahkan dari lingkaran internal pemerintah.
“Tidak boleh ada konflik kepentingan dalam proses pengadaan. Setiap pihak yang mengatasnamakan dirinya diminta ditolak, karena pemenang lelang harus ditentukan berdasarkan kualitas dan kompetensi”, tegas Kang Rey.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah turut mengapresiasi instansi yang dinilai paling optimal dalam pengelolaan barang dan jasa, yakni:
1. Pada kategori OPD, penghargaan diberikan kepada Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Pada kategori kecamatan, penghargaan diberikan kepada Kecamatan Subang, Kecamatan Kalijati, serta Kecamatan Sukasari.
3. Pada kategori puskesmas, penghargaan diberikan kepada Puskesmas Rancabango, Puskesmas Tanjungsiang, serta Puskesmas Karanganyar.
Reynaldy Putra Andita Budi Raemi di akhir sambutannya berpesan agar tidak ada lagi keterlambatan proses pengadaan yang berdampak pada lambatnya serapan anggaran maupun tertundanya pembangunan bagi masyarakat. (Redaksi : klikduakali-TH)












