klikduakali.id – Fenomena minum oralit saat sahur mendadak ramai di media sosial. Sejumlah warganet menyebut kebiasaan ini sebagai “sekte sahur pakai oralit” karena diklaim mampu membuat tubuh tidak cepat haus selama berpuasa. Alasan yang sering dikemukakan adalah kandungan elektrolit dalam oralit dinilai membantu tubuh menyimpan cairan lebih lama.
Secara teori, klaim tersebut terdengar masuk akal. Oralit memang mengandung natrium dan glukosa yang bekerja sama membantu penyerapan cairan di usus halus. Mekanisme ini dikenal sebagai co-transport, yakni ketika glukosa dan natrium masuk bersama ke dalam sel usus, lalu air mengikuti secara osmotik ke aliran darah. Inilah yang membuat Oral Rehydration Salts (ORS) efektif mengatasi dehidrasi akibat diare atau muntah.
Tujuan Sahur Pakai Oralit
Namun, penting dipahami bahwa oralit dirancang sebagai terapi rehidrasi pada kondisi kehilangan cairan, bukan sebagai minuman hidrasi rutin bagi orang sehat. World Health Organization (WHO) merekomendasikan ORS sebagai terapi standar untuk diare karena kemampuannya menggantikan cairan dan elektrolit secara cepat dan terukur. Artinya, fungsi utamanya adalah mengatasi dehidrasi akut, bukan meningkatkan daya tahan haus pada individu yang tidak mengalami kekurangan cairan.
Pada orang sehat yang tidak sedang dehidrasi, konsumsi oralit justru bisa memunculkan efek berbeda. Kandungan natrium di dalamnya berpotensi meningkatkan kadar garam dalam darah. Ketika hal itu terjadi, tubuh akan merespons dengan memicu rasa haus agar konsentrasi garam kembali seimbang. Dengan kata lain, minuman tinggi natrium tidak otomatis membuat seseorang lebih tahan haus, bahkan bisa mempercepat munculnya rasa ingin minum.
Selain itu, kemampuan tubuh menahan cairan selama puasa tidak hanya ditentukan oleh satu jenis minuman. Total asupan cairan sejak berbuka, konsumsi makanan asin, suhu lingkungan, aktivitas fisik, hingga kerja hormon dan fungsi ginjal turut memengaruhi keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi oralit pada orang sehat dapat membuat lebih tahan haus saat puasa.
Makanan Sebagai Oralit
Di sisi lain, air kelapa juga kerap disebut sebagai “oralit alami” karena mengandung elektrolit seperti kalium dan sedikit natrium. Secara komposisi, air kelapa berbeda dengan oralit. Oralit diformulasikan dengan rasio natrium dan glukosa tertentu untuk mengatasi dehidrasi medis, sedangkan air kelapa cenderung lebih tinggi kalium dan lebih rendah natrium. Dalam kondisi diare akut, air kelapa tidak dapat menggantikan fungsi oralit sebagai terapi standar.
Untuk kebutuhan sahur, air kelapa boleh saja dikonsumsi sebagai variasi minuman bagi orang sehat. Namun kandungan gula alaminya tetap perlu diperhatikan agar tidak dikonsumsi berlebihan. Sementara itu, air putih tetap menjadi pilihan paling sederhana dan cukup untuk menjaga hidrasi sebelum berpuasa.
Agar tidak cepat haus saat puasa, pendekatan yang lebih aman dan efektif adalah menjaga pola hidrasi dan asupan makanan secara menyeluruh. Memenuhi kebutuhan cairan sekitar dua liter per hari sejak berbuka hingga sahur, membatasi makanan terlalu asin, memilih karbohidrat kompleks dan protein saat sahur, serta mengurangi konsumsi kafein berlebihan menjadi strategi yang lebih rasional.
Tren sahur pakai oralit mungkin terdengar menarik, tetapi memahami fungsi asli dan mekanisme tubuh tetap menjadi kunci. Bagi orang sehat, menjaga keseimbangan cairan secara alami melalui pola makan seimbang dan cukup air putih jauh lebih dianjurkan dibanding mengandalkan larutan rehidrasi medis. (Redaksi : klikduakali-IN)










