Reses di RSUD Subang, Encep Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Kesehatan Daerah

klikduakali.id – Kegiatan reses DPRD Jawa Barat 2026 menjadi momentum penting bagi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah, dr. H. Encep Sugiana, M.H.Kes., untuk menyerap langsung aspirasi sektor kesehatan. Salah satu agenda strategisnya adalah kunjungan kerja ke RSUD Subang pada Kamis (26/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Encep berdialog langsung dengan Direktur RSUD Subang dr. Achmad Nasuhi, jajaran manajemen, serta tenaga kesehatan. Reses ini difokuskan pada evaluasi pelayanan, kebutuhan infrastruktur, serta peluang penguatan rumah sakit daerah agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih bermartabat, profesional, dan merata.

“Reses bukan sekadar agenda formal. Ini adalah waktu bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan riil di lapangan dan memperjuangkannya dalam pembahasan kebijakan serta anggaran di tingkat provinsi,” ujar Encep.

Revitalisasi Ruang Bedah dan Penguatan Sarana

RSUD Subang, rumah sakit rujukan regional Jawa Barat.
ESUD Subang, rumah sakit rujukan regional Jawa Barat.

Salah satu temuan utama dalam reses tersebut adalah kekurangan sekitar 111 tempat tidur rawat inap. Lonjakan kunjungan pasien dinilai belum sebanding dengan kapasitas ruang yang tersedia, khususnya bagi pasien peserta BPJS Kesehatan.

Menurut Encep, kondisi ini berpotensi memperpanjang waktu tunggu pasien dan bahkan memicu rujukan keluar daerah. Padahal, RSUD Subang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat layanan kesehatan regional.

“Kalau kita ingin pelayanan kesehatan di Subang optimal, maka penambahan kapasitas tempat tidur harus menjadi prioritas. Ini menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sesuai regulasi, sekitar 10 persen dari total kapasitas tempat tidur harus didukung ruang ICU. Artinya, jika ada penambahan 111 tempat tidur, maka kebutuhan ICU juga harus dihitung secara terencana.

Selain ruang rawat inap, Encep menyoroti kebutuhan revitalisasi ruang bedah sentral. Tingginya angka tindakan operasi menunjukkan bahwa kapasitas layanan bedah RSUD Subang sangat aktif, namun fasilitas dinilai perlu pembaruan.

Rencana rehabilitasi fisik ruang bedah diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp3,8 miliar, ditambah kebutuhan peralatan penunjang sekitar Rp700 juta. Encep menilai, investasi ini penting untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas pelayanan operasi.

“SDM-nya sudah siap, bahkan sudah ada dokter subspesialis reumatologi dan autoimun. Artinya, yang harus kita dorong sekarang adalah penguatan fasilitas agar pelayanan bisa maksimal,” jelasnya.

Dengan tambahan sekitar enam ruang bedah, pelayanan operasi di RSUD Subang diharapkan lebih efisien dan mampu mengurangi antrean pasien.

CT Scan 2026 dan Peluang Jadi Rumah Sakit Rujukan Regional

Dalam reses tersebut, Encep juga menyoroti bantuan alat CT Scan dari APBN yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026. Dengan dukungan tenaga operator yang telah disiapkan, fasilitas ini akan memperkuat layanan diagnostik modern di RSUD Subang.

Keberadaan CT Scan dinilai strategis karena tidak semua rumah sakit di wilayah sekitar memiliki fasilitas serupa. Hal ini membuka peluang RSUD Subang menjadi rumah sakit rujukan regional bagi Subang, Majalengka, Sumedang, Purwakarta, hingga Karawang dan Indramayu.

“Kalau fasilitas terus ditingkatkan dan dikelola dengan baik, RSUD Subang bisa menjadi pusat rujukan regional. Ini bukan hanya soal pelayanan, tapi juga kemandirian rumah sakit dalam pengembangan ke depan,” tandasnya.

Komitmen Perjuangan di Tingkat Provinsi

Sebagai wakil rakyat dari Dapil SMS, Encep menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi tersebut ke forum pembahasan anggaran di tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia menilai penguatan RSUD Subang harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.

Menurutnya, peningkatan fasilitas kesehatan daerah adalah bagian dari upaya memperkuat sistem layanan publik yang adil dan merata.

“Kalau rumah sakit daerah kuat, masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan. Itulah tujuan utama dari perjuangan ini,” pungkasnya.

Melalui reses DPRD Jabar 2026 ini, Encep Sugiana menegaskan peran strategis legislator sebagai jembatan aspirasi masyarakat sekaligus pengawal kebijakan, demi terwujudnya pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan bermartabat di Kabupaten Subang. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + nineteen =