klikduakali.id – Ramadan menjadi momentum peningkatan ekonomi bagi sebagian masyarakat. Di Kabupaten Subang, seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, Neneng (43), berhasil memanfaatkan peluang tersebut dengan menjalankan usaha kue Lebaran rumahan yang mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp8 juta.
Di sela kesibukannya sebagai PPPK Paruh Waktu, Neneng tetap konsisten memproduksi aneka kue khas Idulfitri. Usaha yang dirintis sejak 2019 itu kini semakin berkembang, terutama karena meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
“Ya harus pintar cari peluang dan terus berinovasi, karena penghasilan tidak mencukupi, sedangkan kebutuhan terus meningkat. Kita harus putar otak untuk memenuhinya,” ujar Neneng saat ditemui di kediamannya.
Bersama keluarga, ia mengerjakan seluruh proses produksi secara mandiri, mulai dari menyiapkan bahan baku, mengolah adonan, hingga pengemasan. Pada musim Lebaran tahun ini, Neneng mampu memproduksi sekitar 120 toples dan 30 loyang kue dengan berbagai varian seperti nastar, kastengel, kue kacang, semprit, kue bawang, dan lainnya.

Strategi pemasaran yang dilakukan juga menyesuaikan perkembangan teknologi. Selain menjual langsung ke lingkungan sekitar, Neneng memanfaatkan platform online untuk memperluas jangkauan pasar. Beberapa pesanan bahkan datang dari instansi dan pemerintahan di Subang.
“Intinya kemauan. Ini bisnis halal. Alhamdulillah, yang beli ada dari instansi dan pemerintahan, selebihnya rekan dan masyarakat Subang,” ungkapnya.
Fenomena meningkatnya aktivitas usaha selama Ramadan juga dirasakan Bayu, pekerja pabrik sepatu di Subang yang menjalankan bisnis hampers sejak 2023. Dengan mengandalkan kreativitas kemasan dan kartu ucapan, ia mampu meraup keuntungan sekitar Rp5 juta.
“Intinya kemauan dan kreativitas. Banyak yang tidak mau memanfaatkan peluang dan hanya berdiam diri,” jelas Bayu.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Subang, Drs. Bambang Suhendar, menyebut Ramadan memang menjadi momen strategis bagi pelaku UMKM untuk berkembang.
“Mereka berkreasi. Kami selaku dinas yang membina pelaku UMKM sangat bangga. Namun jangan lupa perhatikan kualitas produk, pengemasan, hingga batas kedaluwarsa,” kata Bambang.
Kisah Neneng dan Bayu menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya bulan peningkatan spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat ekonomi keluarga. Dengan inovasi, ketekunan, dan strategi pemasaran yang tepat, usaha musiman seperti kue Lebaran dan hampers dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang signifikan. (Redaksi : klikduakali-IN)












