Selain berdampak pada pola makan, puasa juga memberikan manfaat besar bagi sistem pencernaan. Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.H.Kes, menyebut puasa sebagai waktu istirahat alami bagi organ pencernaan.
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan selama kurang lebih 12–14 jam. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat dan melakukan proses perbaikan sel.
“Ketika sistem pencernaan beristirahat, tubuh akan melakukan regenerasi sel-sel yang rusak. Ini sangat bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna,” paparnya.
Puasa terbukti membantu memperbaiki gangguan pencernaan seperti penyakit lambung, diare, dan gangguan saluran cerna lainnya. Dengan jadwal makan yang teratur, produksi asam lambung menjadi lebih stabil dan fungsi usus bekerja lebih optimal.
Dr. Encep menegaskan bahwa manfaat ini akan lebih maksimal jika puasa diiringi dengan pola makan sehat saat sahur dan berbuka, serta menghindari konsumsi makanan berlemak berlebihan.
Lebih jauh, ia menyebut puasa sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Selain meningkatkan fungsi organ tubuh, puasa juga sejalan dengan prinsip promotif dan preventif dalam dunia kesehatan modern.
“Puasa bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi alami untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit,” pungkasnya.












