350 Muslimah Padati Aula Khodijah, Pesantren Muslimah ke-8 As Syifa Hadirkan Ilmu dan Aksi Nyata

Pesantren Muslimah ke-8 As Syifa Hadirkan Ilmu dan Aksi Nyata

klikduakali.id – Aula Khodijah, Kampus As Syifa Wanareja, dipadati ratusan muslimah pada 27–28 Februari 2026. Sebanyak 350 peserta dari berbagai desa sekitar mengikuti Pesantren Muslimah ke-8 yang tahun ini mengusung tema “Ramadhan Cinta Negeri: Wujudkan Kepedulian, Hadirkan Senyum untuk Sesama.”

Dari sudut pandang peserta, kegiatan ini bukan sekadar forum kajian, melainkan ruang recharge spiritual dan penguatan peran perempuan di tengah tantangan zaman. Selama dua hari, para peserta merasakan suasana belajar yang hangat, interaktif, dan penuh kebersamaan.

Kegiatan dibuka dengan tilawah Al-Qur’an yang menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya peran muslimah sebagai penjaga nilai dalam keluarga sekaligus agen perubahan di masyarakat. Diskusi yang hidup dalam sesi tanya jawab menunjukkan bahwa para peserta tidak hanya hadir untuk mendengar, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman.

Peserta Pesantren Muslimah ke-8 yang terdiri dari beberapa desa di wanareja, subang
Peserta Pesantren Muslimah ke-8 yang terdiri dari beberapa desa di wanareja, subang

Berkah Pesantren Muslimah ke-8

Sejumlah peserta mengaku merasa bahagia dan bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Mereka menilai Pesantren Muslimah memberikan manfaat nyata berupa pembekalan ilmu, pengalaman berharga, serta motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Alhamdulillah, kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Banyak ilmu dan pengalaman yang bisa kami bawa pulang,” ungkap salah satu peserta.

Ketua pelaksana, Rita Lisnawati, S.Pd.I, M.Pd. Gr., menegaskan bahwa Pesantren Muslimah telah menjadi bagian dari gerakan pembinaan yang konsisten selama delapan tahun terakhir.

“Angka delapan bukan sekadar urutan, tetapi menjadi bukti konsistensi kita dalam memperbaiki diri dan memperdalam ilmu. Kami berharap ibu-ibu semua pulang membawa ‘bekal cahaya’ untuk menerangi lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Pesantren Muslimah memberikan manfaat nyata berupa pembekalan ilmu, pengalaman berharga, serta motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik
Pesantren Muslimah memberikan manfaat nyata berupa pembekalan ilmu, pengalaman berharga, serta motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik

Dampak Pesantren Muslimah

Tidak hanya memperkuat sisi spiritual, kegiatan ini juga melahirkan aksi sosial. Panitia membuka penggalangan donasi untuk masyarakat terdampak bencana alam dan berhasil menghimpun dana sebesar Rp1.807.200. Langkah tersebut menjadi bukti bahwa semangat ibadah berjalan seiring dengan kepedulian sosial.

Didukung oleh berbagai pihak, termasuk para sponsor seperti Rabbani, Qatrindo, Koperasi As-Syifa, TRS Water, dan APS, Pesantren Muslimah ke-8 menjadi refleksi bahwa pembinaan perempuan tidak hanya berhenti pada aspek keilmuan, tetapi juga menyentuh sisi empati dan kontribusi nyata.

Melalui kegiatan ini, para muslimah diharapkan tidak hanya pulang dengan tambahan ilmu, tetapi juga membawa semangat baru untuk menghadirkan kebaikan, memperkuat keluarga, dan menebar manfaat di lingkungan masing-masing. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =