klikduakali.id – Pemerintah Kabupaten Subang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menetapkan target ambisius: seluruh infrastruktur jalan kabupaten harus dalam kondisi mantap atau “leucir” 100 persen pada tahun 2027.
Hal ini disampaikan dalam rangkaian Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Subang Tahun 2027 yang digelar di Aula BP4D dan dibuka resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si.
Tema pembangunan daerah yang diusung menjelang RKPD 2027 adalah:
“Subang Terkoneksi, Ekonomi Lokal Tumbuh, Layanan Publik Menjangkau Pelosok.”
Kondisi Jalan Saat Ini dan Target Penanganan
Menurut data yang dipaparkan Kepala BP4D Subang, Iwan Syahrul Anwar, S.STP., terdapat 298 ruas jalan kabupaten dengan total panjang sekitar 1.163,78 km. Namun pada awal 2026, masih terdapat 206,95 km atau sekitar 17,78 persen jalan yang dalam kondisi tidak mantap.
Pada akhir 2026, pemerintah menargetkan penanganan sepanjang 33,26 km (sekitar 2,86 persen dari total ruas jalan). Artinya, pekerjaan yang masih harus diselesaikan pada tahun 2027 adalah:
➡️ 162 ruas jalan
➡️ Panjang total sekitar 173,69 km
➡️ Persentase sisa sekitar 14,92 persen jalan yang belum mantap.
Untuk menyelesaikan target ini, pemerintah kabupaten menganggarkan sekitar Rp676.279.952.000 atau sekitar Rp676,28 miliar.
Strategi Perencanaan dan Pemerataan Anggaran
Dalam sambutannya, Sekda Asep Nuroni menjelaskan bahwa penyusunan Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) untuk RKPD 2027 dilakukan secara objektif menggunakan data yang dibobot berdasarkan:
🔹 Persentase jumlah desa (10%)
🔹 Realisasi PBB (30%)
🔹 Kondisi ruas jalan yang tidak mantap (60%)
Metode ini dimaksudkan agar alokasi anggaran pembangunan di tiap kecamatan adil dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Prioritas Utama Pembangunan Daerah
Selain fokus infrastruktur jalan, Pemkab Subang menetapkan delapan prioritas utama pembangunan yang jadi bagian dari perencanaan jangka menengah:
🔹Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat
🔹Penguatan ekonomi berbasis potensi lokal
🔹Reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik
🔹Peningkatan kualitas investasi dan industri
🔹Ketahanan daerah berbasis ekologi dan pelestarian budaya
🔹Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pembangunan desa
🔹Penanggulangan kemiskinan dan ketahanan pangan
🔹Peningkatan kondusivitas sosial dan kehidupan masyarakat
Harapan Pemerintah Kabupaten Subang
Sekda Asep Nuroni menegaskan bahwa jalan kabupaten yang mulus bukan hanya soal fisik infrastruktur—tetapi juga fondasi penting untuk menghubungkan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan memperluas akses layanan publik hingga pelosok daerah.
Dengan target 100 persen jalan kabupaten dalam kondisi mantap pada 2027, Pemerintah Kabupaten Subang berharap tidak ada lagi desa yang tertinggal akibat keterbatasan konektivitas. (Redaksi : klikduakali-CA)












