Puasa tidak hanya bernilai ibadah secara spiritual, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, “Shûmû tashihhû” yang berarti “Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” Hadis tersebut menegaskan bahwa puasa memiliki korelasi kuat dengan peningkatan kualitas kesehatan manusia.
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, M.H.Kes, menjelaskan bahwa puasa yang dijalankan dengan benar dapat membantu menjaga keseimbangan gizi, memperbaiki sistem pencernaan, serta mencegah berbagai penyakit. Menurutnya, banyak gangguan kesehatan bermula dari pola makan yang tidak seimbang.
“Kebanyakan penyakit muncul akibat pola makan yang kurang baik, baik karena kekurangan gizi maupun kelebihan gizi,” ujar dr. Encep.
Ia menjelaskan bahwa kekurangan gizi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan seperti stunting, terutama pada anak-anak. Sementara itu, kelebihan gizi akibat konsumsi lemak dan gula berlebih dapat memicu penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga stroke.
Puasa menjadi salah satu cara alami untuk mengontrol asupan makanan. Dengan waktu makan yang terbatas pada sahur dan berbuka, tubuh dilatih untuk mengatur kebutuhan energi secara lebih seimbang. Hal ini membantu mencegah pola makan berlebihan yang selama ini menjadi pemicu utama penyakit tidak menular.
Dr. Encep menegaskan, puasa yang dilakukan secara konsisten dan disertai pola makan sehat saat sahur dan berbuka dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi bagian dari gaya hidup sehat yang diajarkan dalam Islam.












