klikduakali.id – Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pondok Pesantren Al-Mizan di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan keagamaan melalui sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah, dan masyarakat.
Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, bersama sejumlah anggota komisi lainnya, termasuk Ina Ammania, Wibowo Prasetyo, Husni, Wardatul Asriah, Sigit Purnomo, dan Guntur Sasono. Kunjungan ini juga dihadiri oleh pejabat pusat dan daerah, seperti Bupati Majalengka Eman Suherman, perwakilan Kementerian Agama, serta unsur BAZNAS.
Agenda utama dalam kunjungan ini mencakup dialog tentang penguatan tata kelola pendidikan keagamaan, baik di lingkungan madrasah maupun pesantren, serta pembahasan mengenai penyaluran bantuan sosial dan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Pembina Yayasan Al-Mizan, Maman Imanul Haq, menegaskan pentingnya sinergi antara negara dan pesantren untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. Ia menyatakan bahwa pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Maman menambahkan bahwa penguatan lembaga pendidikan keagamaan harus didukung dengan regulasi, pembiayaan, dan peningkatan kapasitas kelembagaan agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa mengorbankan nilai-nilai agama.
Sementara itu, Ansory Siregar menegaskan komitmen DPR RI dalam memperkuat pendidikan keagamaan sebagai bagian penting dari pembangunan nasional. Menurutnya, pesantren dan madrasah merupakan pilar pembentukan karakter bangsa yang perlu mendapat perhatian lebih dari semua pihak.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa momentum ini menjadi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan di daerah. Ia juga menegaskan dukungan pemerintah daerah untuk pengembangan pesantren dan madrasah secara berkelanjutan.
Tak hanya dialog, kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan dari BAZNAS serta sesi foto bersama yang melambangkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam upaya memperkuat pendidikan keagamaan di Indonesia. (Redaksi : klikduakali-CA)












