klikduakali.id – Peluncuran layanan Internet Rakyat (IRA) oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan langkah agresif yang berpotensi mengubah peta persaingan broadband nasional. Dengan tarif Rp100 ribu untuk kecepatan hingga 100 Mbps sesuai regulasi Kementerian Komunikasi dan Digital, perusahaan menghadirkan opsi internet tetap berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) 1,4 GHz yang diklaim pertama di dunia.
Integrasi langsung dengan backbone fiber optik nasional milik perseroan menjadi fondasi utama layanan ini. Model tersebut membuka peluang koneksi yang lebih stabil sekaligus efisien dari sisi distribusi jaringan. Tanpa biaya pemasangan dan sewa modem, strategi ini memperkecil hambatan masuk bagi masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau broadband berkualitas.

Internet Rakyat Mulai Dikomersialkan
Namun di sisi lain, target ambisius 5.500 site aktif pada 2026 dan lebih dari 5 juta pelanggan di Jawa, Maluku, serta Papua menjadi ujian kapasitas operasional sekaligus pendanaan. Direktur WIFI, Shannedy Ong, menegaskan bahwa proyek ini telah dirancang dua tahun terakhir dan kini memasuki fase realisasi komersial pada kuartal I 2026.
“IRA – Internet Rakyat bukan lagi konsep. Dengan target 5.500 site aktif pada tahun 2026 serta arah yang jelas untuk menjangkau lebih dari 5 juta pelanggan, kami menghadirkan fixed broadband 5G yang terjangkau bagi masyarakat mulai hari ini,” tegas Shannedy Ong seperti yang dikutip dari laman IDNFinancials.com, Sabtu (21/2/2026).
Kolaborasi dengan mitra global seperti Qualcomm, Huawei, Orex Sai, dan FiberHome menunjukkan keseriusan teknologi yang disiapkan. Meski demikian, respons pasar modal terlihat masih menahan diri, tercermin dari pergerakan saham WIFI yang melemah sekitar 0,4 persen ke Rp2.550 pada perdagangan Kamis pagi.
Dengan harga terjangkau dan cakupan luas, IRA berpotensi menjadi katalis percepatan inklusi digital. Tetapi keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi eksekusi jaringan dan kemampuan menjaga kualitas layanan di tengah ekspansi masif. (Redaksi : klikduakali-IN)












