Fenomena “Penyapu Duit” di Jembatan Sewo Kembali Muncul Menjelang Lebaran

Fenomena “Penyapu Duit” di Jembatan Sewo Kembali Muncul Menjelang Lebaran

Klikduakali.id – Fenomena penyapu duit di Jembatan Sewo seakan menjadi tradisi tahunan. Puluhan orang berkumpul di perbatasan Subang dan Indramayu, menunggu pengendara yang melintas, sambil menimbulkan rasa penasaran sekaligus kewaspadaan bagi para pemudik.

Setiap tahun, tradisi ini selalu hadir jelang Lebaran. Para penyapu bersiap menjemput lembaran duit dan koin yang dilempar pengendara, menciptakan pemandangan yang unik dan menarik perhatian para pemudik.

” Ya sekarang masih ngojek, tapi nanti akan jadi penyapu duit dimomen mudik lebaran,” ujar Kasdi warga Dusun Sewoharjo, Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang saat ditemui Purwasuka Viva, Rabu ( 25/2/2026).

Kasdi menceritakan bahwa tradisi penyapu duit di Jembatan Sewo sudah berlangsung sejak dahulu. Dalam tujuh hari, seorang penyapu bisa mengantongi penghasilan Rp2-3 juta. “Di mudik Lebaran 2025 lalu, saya mendapat Rp2,5 juta. Lumayan buat beli baju anak dan kebutuhan Lebaran,” kata Kasdi sambil tersenyum.

Seperti Kasdi, Tumirah menegaskan kesiapan dirinya menjadi penyapu duit di Jembatan Sewo. Ia berharap bisa memperoleh rezeki dari para pemudik yang melintas pada momen Lebaran 2026.

” Ya sapu nya ( batang kayu yang di modifikasi dengan akar rotan ), masih tersimpan, ” katanya.

Tumirah menegaskan kesiapan dirinya menjadi penyapu duit di Jembatan Sewo
Tumirah menegaskan kesiapan dirinya menjadi penyapu duit di Jembatan Sewo

Tumirah juga telah menyiapkan perlengkapan seperti caping, baju lengan panjang, dan ember untuk menghadapi momen mudik. Ia menjelaskan, para penyapu dibagi berdasarkan wilayah kerja dan jadwal, sehingga setiap orang mendapatkan kesempatan yang adil.

” Kebanyakan pengendara melempar duitnya di area jembatan, nah banyak penyapu yang ingin di area tersebut, makanya di atur wilayah kerja dan waktunya,” tuturnya.

Tumirah seakan sudah mahir menjalankan tradisi ini. Setiap momen mudik Lebaran, ia berhasil mendapatkan Rp3 juta, yang kemudian digunakan untuk membeli baju baru, kue, dan berbagai kebutuhan Lebaran lainnya.

” Mudah- mudahan mudik lebaran tahun ini lebih ramai dari tahun sebelumnya,” ujar wanita paruh baya itu.

Jembatan Sewo menyimpan tradisi unik yang sudah ada sejak lama: lempar uang. Kisah ini bermula dari tragedi dua bersaudara, Saedah dan Saeni, penari ronggeng yang meninggal dunia, dan dipercaya arwah mereka masih menghantui jembatan tersebut. Kepercayaan ini semakin diperkuat setelah terjadi kecelakaan bus transmigran yang menewaskan banyak orang pada tahun 1974.

Pengendara yang melintas Jembatan Sewo, khususnya saat arus mudik, kerap melempar koin atau uang kertas. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa agar terhindar dari gangguan makhluk halus saat melintasi jembatan yang penuh sejarah dan mitos tersebut. (Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + four =