klikduakali.id — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki hari kesembilan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi total 74 kantong jenazah dari area terdampak longsor.
Perkembangan terbaru pada Sabtu (1/2/2026) mencatat ditemukannya empat kantong jenazah tambahan di dua titik pencarian berbeda. Temuan tersebut memperkuat upaya tim dalam menuntaskan operasi kemanusiaan yang sejak awal dilakukan dengan pendekatan terukur dan mengedepankan keselamatan personel.
Perluasan Area Pencarian Berbuah Hasil
Kepala Kantor Basarnas Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa dua kantong jenazah ditemukan di Worksite A2, sementara dua lainnya ditemukan di Worksite A3 setelah dilakukan perluasan area operasi.
“Perluasan area pencarian memberikan dampak positif terhadap hasil evakuasi. Meski demikian, seluruh kegiatan tetap kami laksanakan dengan fokus utama pada keselamatan personel di lapangan,” ujar Ade Dian.
Ia menambahkan, setiap keputusan taktis diambil melalui evaluasi harian untuk memastikan efektivitas pencarian sekaligus meminimalkan risiko bagi tim yang bekerja di area rawan.
Seiring dengan proses evakuasi, Tim Disaster Victim Identification (DVI) juga terus melakukan identifikasi terhadap jenazah yang berhasil ditemukan. Dari 74 kantong jenazah yang telah dievakuasi, 57 jenazah dari 58 kantong telah berhasil diidentifikasi.
Sementara itu, 16 kantong jenazah lainnya masih dalam tahap identifikasi lanjutan guna memastikan keakuratan data korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan estimasi sementara tim di lapangan, masih terdapat sekitar enam korban yang diduga masih tertimbun material longsor dan menjadi fokus pencarian lanjutan.
Kondisi cuaca selama operasi berlangsung relatif mendukung. Meski hujan ringan sempat turun dalam durasi singkat, situasi tersebut tidak menghambat proses pencarian karena telah diantisipasi melalui pengaturan ritme kerja serta penerapan manajemen keselamatan di setiap worksite.
Tim SAR memastikan setiap aktivitas dihentikan sementara apabila kondisi cuaca atau stabilitas tanah dinilai berpotensi membahayakan personel.
Sinergi Lintas Sektor dalam Operasi Kemanusiaan
Operasi pencarian korban longsor Cisarua melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, relawan kemanusiaan, hingga unsur pendukung lainnya. Seluruh elemen bekerja secara sinergis, profesional, dan berkesinambungan.

Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasi, baik dalam proses evakuasi, identifikasi korban, maupun penanganan aspek keselamatan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan doa dan dukungan moril kepada seluruh tim yang bertugas serta keluarga korban yang terdampak.
“Harapan kami, proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lancar hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” demikian pernyataan resmi pemerintah daerah.
Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan evaluasi harian, menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan kondisi lapangan, dengan satu prinsip utama: keselamatan personel dan kemanusiaan sebagai prioritas tertinggi.












