klikduakali.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mencatat terdapat kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada bulan Januari 2026 mencapai 108 Kasus.
“Betul, terdapat kenaikan kasus, masyarakat harus waspada,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P ) Dinas Kesehatan Subang dr.Indriati Oetama, Rabu (4/2/2026).
Cuaca ekstreme yang terjadi saat ini, hujan dan kemarau Panjang menjadi salah satu penyebab berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Sejauh ini pihaknya telah menggencarkan sosialisasi ingga aksi nyata untuk penanganan DBD, mulai dari edukasi dan ajakan untuk memberantas sarang nyamuk, dan pengasapan (fooging).
Selain PSN, masyarakat pun diimbau untuk aktif melaporkan jika terdapat kasus DBD dilingkungannya masing-masing,karena ika dalam Waktu bersamaan terjadi 2-3 kasus ditempat yang sama akan dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan dilanjutkan dengan Fooging jika terbukti ada resiko penularan.
“Kami masih menunggu regulasinya,” tutur mantan Kepala Puskesmas Pagaden itu.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, kasus DBD pada tahun 2026 paling banyak ditemukan di wilayah perkotaan. Tercatat pula di wilayah Pagaden Barat, Pagaden, Purwadadi, Cipunagara, dan Cibogo. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan kematian akibat DBD yang terkonfirmasi di rumah sakit.
Dinas Kesehatan Kabupaten Subang menegaskan bahwa pencegahan DBD akan efektif jika dilakukan secara bersama-sama, serentak, dan berkelanjutan dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan kader kesehatan. (redaksi : klikduakali-AZ)












