klikduakali.id – Krisis pengelolaan sampah di Kabupaten Subang memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. Terhitung mulai besok, sejumlah armada truk pengangkut sampah dikabarkan akan melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes atas hancurnya akses jalan menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jalupang yang tak kunjung diperbaiki.
Kondisi jalur distribusi menuju TPA Jalupang dilaporkan telah mengalami kerusakan parah sejak tahun 2021. Para sopir dan pihak ketiga selaku penyedia armada mengeluhkan kerusakan kendaraan yang masif akibat medan jalan yang lebih mirip kubangan lumpur, terutama saat musim penghujan.
“Pemandangan belasan sopir dan puluhan truk sampah yang mogok berhari-hari kini menjadi hal biasa yang sering ditemui di lokasi,” lapor Yayan, kontributor di lapangan.
Keluhan dari pihak ketiga bahkan sudah mencapai titik jenuh, dengan pernyataan tegas bahwa mereka enggan mengambil pekerjaan jika infrastruktur jalan terus dibiarkan hancur karena merugikan pemeliharaan kendaraan.
Sebelumnya diberitakan, Irwan, Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Subang, sebelumnya mengakui bahwa meski anggaran sewa armada telah dialokasikan hingga Rp2,8 Milliar, efektivitas pengangkutan sangat bergantung pada akses jalan.
“Dengan akses jalan tadi, saya yakin dua tahun ke depan tidak tahu lagi (kondisinya). Yang rusak kebanyakan bagian kaki-kaki kendaraan,” ungkap Irwan dalam sebuah diskusi.
Saat ini, tumpukan sampah di wilayah perkotaan seperti Terminal Subang terus menggunung karena truk sering tertahan (stuck) berhari-hari di area TPA dan tidak bisa kembali untuk melakukan ritasi berikutnya.
Jika aksi mogok ini benar-benar dilaksanakan besok, wilayah perkotaan Subang diprediksi akan mengalami penumpukan sampah yang ekstrem dalam hitungan jam.
Hingga berita ini diturunkan, banyak para supir truk sampah yang menginap di lokasi TPA, karena kesulitan untuk pulang, dan warga Subang hanya bisa menanti kepastian dari pemerintah daerah. Tanpa perbaikan jalan yang nyata, anggaran miliaran rupiah untuk sewa armada dipastikan sia-sia karena distribusi tetap lumpuh di jalur Jalupang. (Redaksi : klikduakali-AZ)












