klikduakali.id — Ramadan 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Berdasarkan Kalender Hijriah 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama (Kemenag), awal puasa diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, tanggal tersebut belum bersifat final karena pemerintah tetap menunggu hasil sidang isbat sebagai mekanisme resmi penetapan 1 Ramadan.
Sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 16.00 WIB di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Forum ini menjadi penentu apakah Ramadan dimulai sesuai perkiraan atau mengalami penyesuaian berdasarkan hasil rukyatul hilal.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa secara hisab, posisi hilal saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026 berada di kisaran -2° 24.71′ hingga 0° 58.08′, dengan sudut elongasi antara 0° 56.39′ sampai 1° 53.60′.
“Secara perhitungan, posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS,” ujarnya.
Artinya, secara astronomis terdapat kemungkinan hilal belum dapat terlihat, yang bisa berdampak pada keputusan penetapan awal Ramadan. Meski demikian, kepastian tetap menunggu laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Sidang isbat sendiri melalui beberapa tahapan, mulai dari pemaparan data posisi hilal, penerimaan laporan hasil rukyat, sidang penetapan tertutup, hingga pengumuman resmi melalui konferensi pers. Proses ini melibatkan Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Komisi VIII DPR RI, MUI, Tim Hisab Rukyat, perwakilan ormas Islam, hingga duta besar negara sahabat.
Kemenag juga menegaskan pentingnya masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah guna menjaga ketertiban dan persatuan umat.
Selain menanti hasil sidang isbat, masyarakat dapat mulai mempersiapkan diri dengan mengecek jadwal imsakiyah Ramadan 2026 melalui laman resmi bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah dengan memilih provinsi dan kabupaten/kota masing-masing.
Dengan mekanisme hisab dan rukyat yang transparan serta melibatkan banyak pihak, pemerintah berharap penetapan awal Ramadan 2026 dapat diterima luas dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah potensi perbedaan pandangan. (Redaksi : klikduakali-IN)












