Badan Gizi Nasional Tegaskan MBG Tetap Aktif Saat Ramadhan, Fokus Perkuat 1.000 Hari Pertama Kehidupan

klikduakali.id – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kesinambungan pemenuhan gizi, terutama bagi kelompok paling rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa Ramadhan bukan alasan untuk menghentikan intervensi gizi. Justru, menurutnya, periode tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perhatian pada 1.000 hari pertama kehidupan, fase krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

“Golden time period-nya sangat singkat. Di masa inilah stunting dicegah dan perkembangan otak berlangsung sangat cepat,” ujarnya saat melakukan peninjauan di salah satu sekolah di Jakarta Utara.

BGN menargetkan pada 2026 program MBG akan semakin difokuskan pada fase 1.000 hari pertama kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Strategi ini selaras dengan agenda nasional percepatan penurunan stunting.

Pemenuhan gizi bagi kelompok paling rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Pemenuhan gizi bagi kelompok paling rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Pemenuhan gizi pada fase tersebut diyakini menjadi investasi jangka panjang. Anak yang mendapatkan asupan gizi optimal sejak dalam kandungan memiliki peluang lebih besar tumbuh sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. Karena itu, BGN berkomitmen memastikan tidak ada ibu hamil maupun balita yang terlewat sebagai penerima manfaat.

Dampak Sosial dan Ekonomi Meluas

Selain dampak kesehatan, MBG juga menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Hingga akhir 2025, program ini telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai daerah.

Skala tersebut mendorong terbentuknya rantai pasok yang besar. Tercatat sekitar 700.000 tenaga kerja terlibat langsung dalam 19.188 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jumlah itu belum termasuk pelaku usaha dan pemasok bahan pangan yang menjadi bagian dari ekosistem program.

Artinya, MBG tidak hanya menjadi instrumen intervensi gizi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Konsistensi Program Sepanjang Tahun

BGN juga menegaskan bahwa program MBG berjalan sepanjang tahun, termasuk pada masa libur sekolah maupun bulan Ramadhan. Kebijakan ini menegaskan bahwa pendekatan pemerintah tidak lagi bersifat musiman, melainkan berorientasi pada keberlanjutan.

Dengan pendekatan yang menyasar kelompok prioritas dan didukung sistem distribusi terintegrasi, MBG diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi sehat Indonesia sekaligus mempercepat pencapaian target penurunan stunting nasional.

Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat keluarga. (Redaksi : klikduakali-IN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 4 =