klikduakali.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut dengan penuh kegembiraan, semangat kebersamaan, dan sikap saling menghormati.
Menurutnya, Ramadan merupakan bulan yang agung dan sangat dinantikan oleh umat Islam. Bulan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
“Ramadan adalah bulan yang penuh dengan nilai-nilai kebaikan. Mari kita sambut dengan penuh suka cita agar kita dapat meraih keutamaan dan keberkahannya,” ujar dr. Encep.
dr. Encep menekankan pentingnya menjaga kesucian Ramadan melalui sikap saling menghargai, baik antar sesama umat Islam maupun dengan masyarakat non-Muslim. Ia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif selama bulan suci.
Bagi masyarakat non-Muslim atau yang tidak menjalankan ibadah puasa (shaum), ia berharap tetap menjaga sikap saling menghormati demi terciptanya kebersamaan, keserasian, serta hubungan harmonis antar komponen bangsa.
Selain itu, ia juga mengingatkan para pelaku usaha rumah makan agar memperhatikan kearifan lokal selama siang hari di bulan Ramadan. Menurutnya, pengaturan operasional yang bijak, seperti tidak membuka tempat makan secara terbuka di siang hari, dapat menjadi bentuk penghormatan kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Dengan sikap saling menghargai, kita bisa menjaga persatuan dan kesatuan serta menciptakan suasana Ramadan yang damai dan penuh rahmat,” katanya.
Pengendalian Harga Sembako dan Operasi Pasar

Dalam kesempatan tersebut, dr. Encep juga menyoroti potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang dan selama Ramadan. Ia meminta pemerintah daerah di Jawa Barat untuk melakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga sembako agar tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami mengimbau agar ada pengendalian harga, termasuk kemungkinan pelaksanaan operasi pasar, sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan mudah didapatkan,” tegasnya.
Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi faktor penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani persoalan ekonomi.
dr. Encep juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan selama Ramadan. Ia mencontohkan kegiatan membangunkan sahur agar dilakukan secara bijak dan tidak mengganggu ketentraman warga, terutama dari sisi waktu.
“Jangan sampai kegiatan yang niatnya baik justru mengganggu kenyamanan lingkungan. Mari kita tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersamaan,” ujarnya.
Tingkatkan Kepedulian Sosial dan Solidaritas

Lebih lanjut, dr. Encep mendorong tumbuhnya kepedulian sosial, khususnya dari kalangan masyarakat yang berkecukupan (aghniya), untuk membantu saudara-saudara yang kurang mampu. Ia mengajak umat Islam untuk mengoptimalkan infak, sedekah, dan berbagai kegiatan sosial lainnya selama Ramadan.
Ia menegaskan, jangan sampai ada warga yang mengalami kesulitan ekonomi tanpa perhatian dari lingkungan sekitarnya, terlebih bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak musibah.
“Dengan rasa kebersamaan dan kasih sayang, kita harapkan tidak ada lagi masyarakat yang menderita karena kekurangan. Ramadan harus benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam,” tutupnya.
Melalui imbauan tersebut, dr. Encep berharap Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan penuh kedamaian, solidaritas, serta semangat persatuan di seluruh wilayah Jawa Barat. (Redaksi : klikduakali-IN)












