Polda Jabar Tempatkan Taufik Hidayat di Sel Khusus untuk Keamanan dan Pengawasan

Polda Jabar Tempatkan Taufik Hidayat di Sel Khusus untuk Keamanan dan Pengawasan

Klikduakali.id – Pelarian Taufik Hidayat (30) berakhir di kawasan Ciparay, Kabupaten Bandung. Tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR (29) itu kini ditahan di bawah pengawasan khusus dan tidak ditempatkan bersama tahanan lainnya selama menjalani proses hukum.

Untuk alasan keamanan dan pengawasan, polisi memutuskan menahan pelaku di sel khusus yang berada di bawah pemantauan ketat selama masa penahanan.

Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, tersangka Taufik Hidayat akan menjalani penahanan di ruang tahanan khusus yang berada di lingkungan Mapolda Jabar. Tersangka dipastikan menjalani penahanan secara terpisah di dalam sel khusus dan tidak berbagi ruang dengan tahanan lain.

Sebagai bagian dari prosedur pengamanan, ruang tahanan tersangka dilengkapi kamera pengawas yang beroperasi selama 24 jam guna mendukung pemantauan secara berkelanjutan.

Alasan Polisi Menempatkan Tersangka di Sel Khusus

Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari langkah pengamanan yang telah dipertimbangkan oleh penyidik dan pihak kepolisian.

Menurut Kapolda Jabar, dugaan perlakuan yang dialami korban sejak 2023 hingga 2026 menunjukkan karakteristik kasus yang tidak biasa, sehingga memerlukan langkah penanganan dan pengawasan khusus terhadap tersangka.

Dugaan kekerasan yang berdampak serius pada kondisi fisik korban, termasuk menyebabkan kebutaan permanen, membuat kepolisian menerapkan pengawasan lebih ketat selama masa penahanan tersangka.

“Apa yang dilakukan pelaku ini sangat tidak wajar dan di luar kebiasaan perilaku seseorang terhadap kekasihnya alias ini terlalu sadis,” tegas Irjen Pol Rudi Setiawan saat memimpin konferensi pers di Mapolda Jabar.

“Taufik Hidayat akan ditahan di sel khusus dengan dipasang kamera CCTV. Nanti dia akan berada sendiri di sel itu dengan tetap dalam pengawasan,” tambahnya.

Hasil Pemeriksaan Awal: Tersangka dalam Kondisi Baik

Sebagai bagian dari prosedur penahanan, tim kedokteran kepolisian terlebih dahulu memeriksa kondisi kesehatan Taufik sebelum menempatkannya di sel khusus.

Baca Juga :  UBK Bentuk Tim Investigasi Usai Dugaan Suap Rp20 Juta ke Ketua BEM FH, Mahasiswa Tuntut Transparansi

Selain menjalani pemeriksaan kesehatan, tersangka juga menjalani tes urine yang dilakukan kepolisian untuk mendeteksi kemungkinan adanya kandungan zat terlarang dalam tubuhnya.

“Kami juga tadi lakukan tes narkoba ke Taufik Hidayat dan hasilnya negatif. Pelaku hanya mengakui habis minum intisari,” jelas Kapolda.

Polda Jabar memastikan proses penyidikan dilakukan secara teliti dan menyeluruh untuk mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan kasus tersebut. Pemeriksaan terhadap tersangka akan berlanjut pada Rabu (24/6/2026) dengan agenda asesmen yang melibatkan tenaga ahli di bidang kejiwaan.

Tim ahli kejiwaan akan membantu penyidik mengumpulkan data terkait kondisi mental tersangka yang nantinya dapat menjadi bagian dari bahan pertimbangan dalam proses hukum. (Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + nine =