Tak Kenal Usia, Mbah Mardi 103 Tahun Berangkat Haji Setelah Puluhan Tahun Menabung

Tak Kenal Usia, Mbah Mardi 103 Tahun Berangkat Haji Setelah Puluhan Tahun Menabung

Klikduakali.id – Wajah Mbah Mardijiyono Kartosentono tampak penuh kebahagiaan. Pada usia 103 tahun, ia akhirnya berangkat menuju Tanah Suci seorang diri untuk menunaikan ibadah haji, mewujudkan kerinduan yang telah dipendam selama puluhan tahun.

Kedatangan Mbah Mardi di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Minggu petang, menjadi momen haru tersendiri. Pria asal Bantul yang tergabung dalam Kloter 09 Embarkasi YIA itu tercatat sebagai jemaah tertua dengan usia 103 tahun.

“Nama Mardijiyono, 103 tahun (dalam bahasa Jawa),” ujarnya sambil tersenyum saat disambut petugas di Hajj Pavilion.

Di kampungnya di Ranusari Karangom, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Mbah Mardi dikenal sebagai petani sederhana. Siapa sangka, dari hasil kerja keras di sawah selama puluhan tahun, ia perlahan mengumpulkan tabungan haji hingga akhirnya rela menjual sapi kesayangannya untuk melunasi biaya ke Tanah Suci.

Di usia 103 tahun, langkah Mbah Mardi tak lagi kokoh menopang perjalanan panjang. Kursi roda menjadi teman mobilitasnya, alat bantu dengar membantu ia menangkap percakapan di sekelilingnya. Namun satu hal yang tetap tegak adalah niatnya: menunaikan ibadah haji yang telah ia tunggu seumur hidup.

Bagi Mbah Mardi, perjalanan panjang menuju Tanah Suci bukan soal kemewahan atau pencapaian. Keinginannya sangat sederhana: ia hanya ingin bisa beribadah dengan tenang di hadapan Baitullah.

“Kepengen ibadah (haji). Enggak pengen apa-apa, cuman ingin ibadah,” ungkapnya.

Didampingi Pembimbing, Semangat Mbah Mardi Tak Surut

 

Edy Purwanto selaku Ketua Kloter 09 YIA menyebut total ada 354 jemaah yang berangkat bersama enam petugas pendamping. Di antara ratusan jemaah itu, Mbah Mardi mendapat perhatian khusus agar seluruh aktivitas ibadahnya tetap berjalan lancar meski usianya telah menembus satu abad.

Baca Juga :  CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka

“Mbah Mardi usianya 103 tahun. Walaupun usia sudah seabad lebih, tapi beliau istitha’ah. Kemudian dalam keadaan sehat. Memang karena usia sangat tua sekali, beliau tidak mampu untuk berjalan dan untuk pendengarannya harus memakai alat bantu,” katanya.

Sosok Mbah Mardi memberi warna tersendiri dalam Kloter 09 YIA. Meski menjadi jemaah tertua, ia justru tampil penuh senyum dan antusias, membuat jemaah lain ikut tersentuh sekaligus termotivasi melihat semangatnya menunaikan ibadah.

“Selalu tersenyum. Selalu bersemangat. Inilah yang membuat kami juga termotivasi untuk mengantarkan beliau ke Tanah Suci,” paparnya.

Mbah Mardi menempuh perjalanan suci ini tanpa didampingi keluarga. Namun selama di Tanah Suci, ia tetap mendapat bantuan penuh dari seorang pembimbing ibadah yang ditugaskan mendampingi setiap aktivitasnya.

“Berangkat sendiri. Makanya dititipkan ke KBIHU Muslimat NU HDWR. Kebetulan ada salah satu pembimbing ibadah untuk bertugas mengawal para jemaah. Dan digendong oleh petugas bernama Ibnu Khaldun yang akan mengawal Mbah Mardijiyono,” tuturnya. (Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 5 =