klikduakali.id – Penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memasuki babak baru. Kepolisian resmi meningkatkan status perkara tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah penyidik menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam insiden tersebut.
“Sudah (naik penyidikan),” kata Roby saat dikonfirmasi, Minggu (15/3).
Menurutnya, peningkatan status ini menjadi dasar bagi penyidik untuk melakukan langkah hukum lebih lanjut, termasuk mengidentifikasi serta memburu pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
Saat ini, aparat kepolisian masih terus mendalami berbagai keterangan serta bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“(Pelaku) masih kita identifikasi,” ujarnya.
Kronologi Penyerangan

Insiden penyiraman air keras itu terjadi pada Kamis (12/3) malam di kawasan Jakarta Pusat. Peristiwa bermula saat Andrie Yunus baru saja menyelesaikan agenda podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut Andrie diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan cairan diduga air keras.
Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.
“Korban mengalami luka pada area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ciri-Ciri Terduga Pelaku
KontraS juga mengungkapkan ciri-ciri dua orang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Pelaku pertama yang berperan sebagai pengendara motor terlihat mengenakan helm hitam, kaus kombinasi putih dan biru, serta celana berwarna gelap yang diduga berbahan denim.
Sementara pelaku kedua yang diduga sebagai eksekutor menggunakan penutup wajah berupa masker atau buff hitam yang menutupi sebagian wajah. Ia juga mengenakan kaus biru tua dan celana jin panjang biru dengan bagian ujung yang dilipat.
Penyidik kini masih mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut. Polisi memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan hingga para pelaku berhasil ditangkap. (Redaksi : klikduakali-IN)












