klikduakali.id – Mengisi Ramadhan dengan kegiatan bermanfaat, Komunitas Gedong Sinder menyelenggarakan “Ngawadul Bari Nongkrong” (Nga Bangkong) setiap malam Minggu di Subang, Sabtu (21/2/2026). Program ini menjadi wadah terbuka bagi warga untuk berdiskusi secara santai mengenai isu sosial, budaya, serta kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Suasana kegiatan terasa hangat dan terbuka karena dikemas secara nonformal. Peserta berkumpul dan duduk bersama, berbincang ringan namun bermakna mengenai sejarah daerah, nilai-nilai kebudayaan Sunda, hingga isu sosial yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Menurut Deni selaku perwakilan Gedong Sinder, “Nga Bangkong” hadir dari keinginan menciptakan ruang percakapan yang ringan namun berdampak. Ia menilai bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperdalam refleksi diri dan menumbuhkan kembali kepedulian sosial.
“Melalui ‘Ngawadul Bari Nongkrong’, kami ingin menghadirkan ruang ngobrol yang bebas, santai, tapi tetap bermuatan edukasi. Di sini kita bisa membahas sejarah, budaya, kesehatan, dan topik lain yang relevan dengan kehidupan masyarakat,” ujar Deni saat ditemui di lokasi.
Ia menuturkan bahwa malam Minggu dipilih sebagai waktu yang relatif fleksibel bagi warga, khususnya anak muda, setelah menyelesaikan rutinitas dan ibadah Ramadhan. Dengan suasana nonformal, forum diskusi diharapkan berjalan lebih akrab, hangat, dan melibatkan lebih banyak pandangan.
“Kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga tradisi lisan dan budaya diskusi yang mulai jarang ditemui. Melalui dialog terbuka, masyarakat diajak saling mendengar, berbagi pengalaman, serta menyampaikan aspirasi tanpa sekat,” katanya kepada Pasundan Ekspres.
Partisipasi warga terlihat begitu antusias. Setiap pertemuan dihadiri beragam kalangan, mulai dari pelajar, pemuda, hingga tokoh masyarakat. Tak sekadar bertukar gagasan, mereka juga menjadikan forum ini sebagai ajang memperkuat silaturahmi selama bulan Ramadhan. (Redaksi : klikduakali-TH)












