klikduakali.id – Suasana Ramadan 1447 H terasa semakin hangat dan bermakna dengan terselenggaranya Sanlat for Kids 2026 pada 19–21 Februari 2026 di Aula Khodijah, As-Syifa Wanareja. Sebanyak 100 peserta dari jenjang TK A hingga SD hadir dengan wajah ceria, membawa semangat belajar dan kebersamaan.
Mengusung tema “Mengenali Islam dan Akhlaq, Bersama Teman Raih Impian”, kegiatan ini bukan sekadar agenda pengisi waktu Ramadan. Ia menjadi ruang bertumbuh bagi anak-anak untuk mengenal Islam lebih dekat, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai nilai yang hidup dalam keseharian.
Investasi Karakter Sejak Dini
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan karakter tidak bisa ditunda. Sanlat for Kids hadir sebagai bentuk investasi jangka panjang, menanamkan iman, adab, dan kepedulian sosial sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Suryani Rahayu menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhānahu wa Ta‘ālā, karena atas rahmat dan nikmat-Nya kita dapat berkumpul dalam kegiatan Sanlat 2026 dengan penuh semangat dan kebersamaan.”
Ia menegaskan bahwa Sanlat bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum pembentukan generasi. Generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki adab, empati, dan semangat memberi manfaat.
Belajar yang Menggembirakan

Selama tiga hari, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas interaktif:
- Penyampaian materi keislaman dengan pendekatan sederhana dan menyenangkan
- Fun games edukatif yang menanamkan nilai kerja sama
- Kegiatan kreativitas yang melatih keberanian dan ekspresi diri
- Dongeng inspiratif yang membangun imajinasi sekaligus keteladanan
Peserta yang berasal dari Cipaku dan Wanareja terlihat antusias dalam setiap sesi. Ramadan tidak lagi dipahami sekadar menahan lapar dan haus, tetapi sebagai momen memperbaiki diri dan memperkuat persaudaraan.
Belajar Peduli Sejak Kecil

Menariknya, Sanlat for Kids juga menghadirkan pembelajaran empati melalui aksi penggalangan donasi untuk Palestina. Dari tangan-tangan kecil yang tulus, terkumpul dana sebesar Rp393.000.
Nilainya mungkin sederhana, tetapi maknanya besar. Anak-anak belajar bahwa menjadi Muslim berarti peduli, bahwa berbagi adalah bagian dari iman.
Antusiasme peserta menjadi indikator kuat bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan. Lebih dari sekadar program Ramadan, Sanlat for Kids telah menjadi wadah pembinaan karakter yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“InsyaAllah, tahun depan kegiatan Sanlat dapat terselenggara lebih meriah, lebih semangat, serta lebih banyak manfaatnya,” ungkap Suryani Rahayu penuh harap.
Melalui kegiatan ini, Ramadan tidak hanya berlalu sebagai ritual tahunan. Ia meninggalkan jejak—jejak semangat belajar, kebersamaan, kepedulian, dan cita-cita yang tumbuh dalam hati anak-anak.
Sanlat for Kids 2026 bukan hanya tentang tiga hari kegiatan. Ia adalah tentang menanam benih. Dan benih kebaikan itu, insyaAllah, akan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, serta membawa cahaya bagi masyarakat. (Redaksi : klikduakali-IN)












