Klikduakali.id – Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang memasuki tahapan penting. Sebanyak 10 pejabat dinyatakan lolos seleksi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda Subang Tahun 2026.
Sepuluh kandidat tersebut memiliki rekam jejak yang berbeda. Ada yang kuat di bidang kesehatan, pendidikan, perencanaan pembangunan, keuangan daerah, pemerintahan kewilayahan, hingga pendapatan daerah.
Mereka telah lolos Uji Kompetensi/Asesmen yang diumumkan 10 September 2026 dan mengikuti tes gagasan tertulis pada 11 September. Hasil tes tersebut dijadwalkan diumumkan pada 14 September 2026.
Lantas, siapa saja 10 kandidat yang bersaing memperebutkan kursi strategis tersebut?
- dr. Achmad Nasuhi – Punya Pengalaman Panjang di Sektor Kesehatandr. Achmad Nasuhi merupakan lulusan Kedokteran Umum Universitas Sebelas Maret. Kariernya banyak bersentuhan dengan sektor kesehatan, mulai dari Kepala UPTD PKM Pagaden hingga sejumlah jabatan kepala bidang di Dinas Kesehatan.Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Direktur Pelayanan UPTD Rumah Sakit Daerah dan sejak 4 Februari 2021 menjabat Direktur RSUD Subang.
- Dr. Aep Saepudin – Berangkat dari Dunia PendidikanDr. Aep Saepudin, S.Pd., M.M.Pd., M.Pd., memiliki latar belakang pendidikan hingga jenjang doktoral. Kariernya dimulai sebagai guru SMP pada 2008.
Ia kemudian menduduki sejumlah jabatan, mulai dari Kepala Bidang Pembinaan SMP, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Staf Ahli Bupati hingga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Sejak 3 Agustus 2026, Aep menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral. - Asep Saeful Hidayat – Berpengalaman di Perencanaan dan KeuanganAsep Saeful Hidayat, S.Si., M.Ak., memiliki pengalaman panjang di sektor perencanaan dan keuangan daerah.
Mengawali karier di Bappeda pada 2003, ia kemudian menduduki sejumlah jabatan di bidang perencanaan dan anggaran hingga dipercaya menjadi Sekretaris BKAD pada 2019 dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah pada 2021. - Dikdik Solihin – Kenyang Pengalaman Pemerintahan KewilayahanDikdik Solihin, S.Sos., M.Si., memiliki pengalaman panjang di pemerintahan kewilayahan. Ia pernah menjadi sekretaris kecamatan dan camat di sejumlah wilayah, termasuk Pamanukan, Patokbeusi, Sukasari, Pabuaran dan Subang.Dikdik juga pernah memimpin Satpol PP dan Pemadam Kebakaran serta Dinas Perhubungan. Sejak 2023, ia dipercaya sebagai Kepala DPMPTSP Subang.
- Indri Tandia – Perpaduan Pengalaman Kewilayahan dan Penegakan PerdaIndri Tandia, S.STP., M.Si., merupakan lulusan STPDN Jatinangor. Pengalamannya mencakup pemerintahan kewilayahan sekaligus penegakan peraturan daerah.Ia pernah menjabat Sekretaris Kecamatan Dawuan dan Pamanukan, Camat Serangpanjang hingga Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran. Sejak 2025, Indri menjabat Kepala Dinas Perhubungan.
- Iwan Syahrul Anwar – Spesialis Perencanaan PembangunanIwan Syahrul Anwar, S.STP., memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan perencanaan pembangunan.Ia pernah menduduki sejumlah posisi di Dinas Perhubungan, Kecamatan Cibogo, BP4D dan Setda. Pada 2023, Iwan dipercaya menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah.
Sejak 3 Juli 2026, ia menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
- Kusnadi – Berkarier di Jalur Fungsional AuditorKusnadi, S.P., M.Si., memiliki latar belakang pertanian serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.Rekam jejaknya berbeda dari sebagian kandidat lain karena lebih banyak berada pada jalur fungsional auditor. Ia tercatat sebagai Auditor Ahli Pertama pada 2014, Auditor Ahli Muda pada 2016 dan Auditor Ahli Madya sejak 2022.
- H. Rahmat Efendi – Dari Kecamatan hingga Pimpinan Perangkat DaerahH. Rahmat Efendi, S.Sos., M.Si., memiliki pengalaman panjang di pemerintahan kewilayahan. Ia pernah menjadi pejabat di kelurahan, Bappeda dan sejumlah kecamatan.Rahmat kemudian dipercaya memimpin Dinas Sosial dan Dinas Perikanan. Sejak 2021, ia menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda.
- Rona Mairansyah – Rekam Jejak Lintas SektorRona Mairansyah, AP., M.Si., merupakan lulusan STPDN Jatinangor dan S2 Ilmu Administrasi.Pengalamannya cukup beragam, mulai dari lingkungan Setda, pemerintahan, perhubungan, lingkungan hidup hingga ketenagakerjaan. Sebelum mengikuti seleksi Sekda, Rona menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah sejak 3 Agustus 2026.
- Yeni Nuraeni – Berpengalaman di Ekonomi dan Pendapatan Daerah
Yeni Nuraeni, S.Sos., M.AP., memiliki latar belakang administrasi negara dan administrasi publik.Kariernya mencakup bidang koperasi, UMKM, ketahanan pangan, perikanan, ketenagakerjaan hingga pendapatan daerah. Ia pernah menjabat Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan serta Kepala Badan Pendapatan Daerah.Sejak 3 Agustus 2026, Yeni menjabat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian.
Bukan Sekadar Senioritas, Ini Kriteria Sekda yang Dicari

Dari 10 kandidat tersebut, siapa yang paling layak? Jawabannya tentu akan ditentukan melalui seluruh tahapan seleksi. Namun, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita dan Ketua DPRD Subang Victor Wirabuana Abdurachman telah menyampaikan gambaran sosok Sekda yang dibutuhkan.
Reynaldy menekankan dua modal utama: cepat bekerja dan berintegritas. Sekda baru diharapkan mampu mengayomi ASN sekaligus menerjemahkan kebijakan kepala daerah dengan cepat.
“Saya kriterianya cuma satu, yang penting orangnya bisa bekerja dengan cepat. Saya enggak muluk-muluk,” ujar Reynaldy.
Ia juga menegaskan pentingnya integritas bagi pengganti Asep Nuroni.
“Kita harus punya Sekda yang cepat. Kedua, harus punya integritas, tidak bisa disogok dengan apa pun, tidak bisa disusupi dengan apa pun,” tegasnya.
Sementara itu, Victor menilai Sekda memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak birokrasi sekaligus penghubung antara pemerintah daerah dan DPRD.
Menurutnya, kandidat terpilih harus memahami persoalan Subang serta memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial, komunikasi dan koordinasi.
“Posisi sekda merupakan jembatan utama antara kebijakan pemerintah daerah dengan DPRD. Karena itu, kemampuan komunikasi dan koordinasi menjadi syarat yang tidak bisa ditawar,” katanya.
Dengan rekam jejak yang berbeda-beda, persaingan 10 kandidat ini bukan hanya soal siapa yang paling senior, tetapi juga siapa yang paling sesuai dengan kebutuhan Subang di bawah kepemimpinan baru. (Redaksi : klikduakali-TH)





