30,97 Juta Warga Jabar Diprediksi Mudik, Catat Tanggal Puncak Arus Balik Lebaran 2026

klikduakali.id – Menghadapi musim mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Jawa Barat mulai memperkuat berbagai persiapan. Periode angkutan Lebaran sendiri akan berlangsung selama 15 hari, mulai 14 hingga 29 Maret 2026.

Dhani Gumelar selaku Kepala Dishub Jabar menjelaskan bahwa Jawa Barat memegang peranan vital dalam arus mudik. Provinsi ini menjadi titik keberangkatan pemudik sekaligus jalur transit utama menuju berbagai daerah.

Hasil survei nasional mengungkapkan bahwa Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka pergerakan pemudik terbesar di Indonesia.

Menurut Dhani Gumelar, sejumlah persiapan tengah dimatangkan untuk menyambut periode angkutan Lebaran 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–29 Maret 2026.

Dhani menyebut Jawa Barat memiliki posisi strategis saat musim mudik. Selain menjadi tujuan pemudik, wilayah ini juga menjadi lintasan utama perjalanan mereka.

Dinas Perhubungan Jawa Barat mulai memperkuat berbagai persiapan
Dinas Perhubungan Jawa Barat mulai memperkuat berbagai persiapan

Menurut survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat selama mudik dan arus balik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total penduduk. Moda transportasi yang digunakan meliputi 76,24 juta mobil pribadi, 24,08 juta sepeda motor, 23,24 juta bus, 6,4 juta kapal penyeberangan, serta 4,98 juta pesawat.

Data menunjukkan Jawa Barat menjadi daerah asal pemudik terbanyak dengan 21,5 persen atau sekitar 30,97 juta orang. Posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta 12,63 persen (19,93 juta orang), Jawa Timur 10,85 persen (17,12 juta orang), Jawa Tengah 10,50 persen (16,57 juta orang), dan Banten 7,08 persen (11,17 juta orang).

Ia menjelaskan bahwa tujuan mudik terbesar adalah Jawa Tengah dengan 26,90 persen atau sekitar 38,71 juta orang. Berikutnya Jawa Timur 17,30 persen (27,29 juta orang), Jawa Barat 15,90 persen (25,09 juta orang), DI Yogyakarta 5,20 persen (8,20 juta orang), dan Sulawesi Selatan 3,40 persen (5,36 juta orang),” kata dia di Graha Perhubungan, Cinunuk, Senin (9/3/2026).

Dishub Jabar mempersiapkan langkah antisipasi terhadap lonjakan mobilitas masyarakat, tidak hanya untuk mudik Idulfitri tetapi juga perjalanan wisata selama libur Lebaran.

Situasi tersebut dipicu oleh adanya libur Lebaran yang cukup panjang, yakni hampir selama 15 hari.

“Mengacu pada pergerakan sebelumnya, jalur wisata akan meningkat pada H+2. Sedangkan untuk pulang kampung terjadi mulai H-7.”

“Ada beberapa tujuan wisata yang kami antisipasi, yakni Puncak (Bogor), Bandung Raya, seperti Ciwidey dan Lembang, Pantai Palabuhanratu, dan Pangandaran. Lalu, ada Cirebon dan Kuningan untuk wilayah Pantura,” katanya.

Ia menambahkan bahwa beberapa daerah di Jawa Barat menjadi penyumbang pemudik terbesar. Kabupaten Bogor berada di posisi teratas dengan 4,23 juta orang, diikuti Kabupaten Bekasi 2,13 juta orang, Kota Bandung 2,04 juta orang, dan Karawang sekitar 1,9 juta orang.

Untuk tujuan pemudik di wilayah Jawa Barat, Garut menjadi daerah dengan jumlah terbanyak mencapai 2,93 juta orang. Kemudian Kabupaten Bandung 2,39 juta orang, Kabupaten Tasikmalaya 1,91 juta orang, dan Kota Bandung 1,68 juta orang.

“Ya intinya terbanyak ke wilayah Priangan Timur untuk pemudik yang ke wilayah Jabar menjadi tujuan utama.”

“Kami prediksi waktu keberangkatan (mudik) pada H-3 atau Rabu (18/3/2026) sebanyak 21,3 persen atau 8,9 juta orang,” lanjut dia.

Menurut perkiraan, arus balik akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama diprediksi terjadi pada H+2 Lebaran, yaitu 24 Maret 2026, dengan sekitar 4,12 juta orang atau 18,9 persen pemudik.

“Karena pada 25 Maret 2026 ada beberapa kantor yang sudah masuk dan selesai cuti bersamanya. Kemudian, gelombang kedua pada H+6 atau Sabtu (28/3/2026) sebanyak 15,4 persen (3,9 juta orang),” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa Tol Trans Jawa tetap menjadi jalur utama yang digunakan masyarakat saat mudik.

Untuk jalur arteri, kepadatan kendaraan diprediksi terjadi di sepanjang ruas Bandung, Cileunyi, Nagreg, Limbangan, Malangbong, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Banjar.

“Kami akan terjunkan 4300 personel gabungan baik Dishub Jabar, kota/kabupaten, dan Kemenhub,” katanya. (Redaksi : klikduakali-TH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − three =